Tanggal Posting : 11-Sep-2020
“popok bayi menempati posisi kedua sebagai penyumbang sampah terbanyak dilaut”
Orang tua yang sedang memiliki anak balita atau bayi memilih popok sebagai salah satu sarana untuk mempermudah keseharian mereka. Popok bayi menjadi pilihan karena penggunaan yang mudah dan tidak menambah cucian. Popok dipakai sekali kemudian popok ketika buah hati buang air besar atau kecil. Kemudahan pemakaian ini menjadikan popok salah satu barang penting orang tua ketika mempunyai bayi atau balita. Namun, dibalik efektivitas dan kemudahan memakai popok, ada hal-hal berbahaya yang berasal dari limbah popok. Popok adalah salah satu sampah yang sangat sulit terurai. Popok baru bisa terurai sekitar 20-100 tahun bahkan lebih. Hal ini dapat mem Hal berbahaya tersebut tidak hanya penumpukan dalam TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan teknologi landfill, pencemaran lingkungan pun juga menjadi salah satu bahaya yang harus diperhatikan.
Dalam popok, biasanya terdapat beberapa bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi mahluk hidup. Berikut ini adalah bahan – bahan kimia tersebut
1. Tributyltin/Tribulitin (TBT) digunakan dalam popok untuk mencegah pertumbuhan bakteria. Tribulitin adalah kandungan bubur kayu dan merupakan salah satu limbah B3. Kandungan ini berbahaya pada kehidupan laut dan kehidupan manusia. Pada manusia, kandungan ini dapat mempengaruhi hormon dan menyebabkan iritasi kulit. Tribulitin sangat berbahaya jika dihirup secara langsung. Tribulitin juga tidak terurai, sehingga kandungan ini dapat masuk kedalam ekosistem dan rantai makanan.
2. Dioxins adalah sebuah kandungan yang ada hasil dari proses bleaching popok. Dioxin dapat menyebabkan permasalahan untuk organ reproduksi, pertumbuhan dan imunitas. Dioxin membutuhkan waktu lama untuk terurai.
3. Sodium polyacrylate adalah kandungan yang digunakan untuk menyerap cairan. Kandungan ini berbahaya karena akan menyebabkan iritasi atau alergi
4. Volatile Organic Compounds seperti toluene, xylene, ethylbenzene, dan dipentene, digunakan untuk membuat pewarna, polymers, dan lem. Kandungan seperti xylene berbahaya karena dapat menyebabkan iritasi, radang kulit dan gangguan fungsi paru-paru
5. Plastik/Polymer digunakan untuk mengemas diapers. Bahan – bahan ini adalah bahan yang sulit terurai sehingga memakan waktu yang lama di TPA dengan teknologi landfill.
Bahan-bahan yang terkandung dalam popok akan sangat berbahaya terhadap kesehatan mahluk hidup. Jika TPA melaksanakan teknologi landfill, penumpukan limbah popok juga menjadi masalah karena sulitnya material penyusun popok untuk terurai. Abu&co telah menyiapkan teknologi dan sistem untuk mengurangi bahaya dari limbah popok serta menghindari adanya penumpukan limbah popok.
Sumber:
https://www.mongabay.co.id/2018/09/02/popok-limbah-berbahaya-yang-cemari-sungai-sungai-di-jawa/
sumber foto:
https://pixabay.com/photos/absorbent-baby-bathroom-care-3509508/